TAKALAR – Kepala Balai Diklat Keagamaan Makassar, Hj. Milawati, secara resmi membuka Pelatihan Laboran Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMP se-Kabupaten Takalar. Kegiatan ini menjadi tonggak kolaborasi strategis antara BDK Makassar dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP Kabupaten Takalar dalam mencetak tenaga pendidik yang adaptif terhadap teknologi.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Takalar, H. Solihin; Ketua MGMP PAI SMP Takalar, Abdul Haris; jajaran Kasi PAIS; Ketua Pokjawas; serta jajaran pejabat struktural terkait.
Dalam arahannya, Hj. Milawati menegaskan bahwa peran laboran PAI memiliki nilai filosofis yang dalam. Sertifikasi ini bukan hanya tentang pemenuhan ekuivalensi 12 jam tambahan sesuai PMA No. 73 tahun 2011 dan PMA No. 4 Tahun 2025, melainkan upaya menghidupkan laboratorium sebagai pusat literasi digital dan moderasi beragama.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Takalar, H. Solihin, mendorong transformasi besar terhadap fungsi fasilitas sekolah. “Laboratorium PAI tidak boleh lagi dianggap sebagai gudang alat peraga. Mereka harus menjelma menjadi Digital Center dan Character Hub bagi siswa,” ujarnya.
Ketua MGMP PAI SMP Takalar, Abdul Haris, mengapresiasi dukungan BDK Makassar terhadap 45 peserta yang terdiri dari guru PNS, PPPK, dan non-ASN. Pelatihan ini diharapkan menjadi solusi edukatif agar pembelajaran PAI di Takalar tampil lebih aplikatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. (DI)